Thu Apr 16
KSPI Targetkan 50.000 Buruh Tumpah Ruah di DPR Saat May Day
2026-04-16
HaiPress

JAKARTA, iDoPress – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan akan mengerahkan puluhan ribu buruh untuk menggeruduk Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026.
Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Suparno, mengatakan aksi Pra-May Day yang digelar pada Kamis (16/4/2026) hanya menjadi awal atau pemanasan.
Pada hari H May Day, jumlah massa yang turun ke jalan dipastikan jauh lebih besar untuk mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan.
"Ini Pra-May Day saja, May Day besok kita akan tumpah ruah di sini, saya yakin betul FSPMI kurang lebih 25.000 akan tumpah ruah di depan DPR RI," ujar Suparno kepada wartawan di depan Gedung DPR RI, Kamis.
Secara keseluruhan, Suparno menyebut KSPI menargetkan sekitar 50.000 buruh memadati kawasan DPR RI.
Massa akan berasal dari Jakarta serta kawasan industri penyangga seperti Tangerang, Bogor, Bekasi, Cikarang, dan Karawang.
"Untuk KSPI kurang lebih di DPR RI mencapai 50.000. Itu akan tumpah ruah di sini, mulai dari Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Cikarang, Karawang, semuanya," tambahnya.
Suparno menegaskan, KSPI akan memusatkan aksi di Senayan dan tidak akan bergabung dalam peringatan May Day di Monas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Mereka memilih turun ke jalan untuk menagih langsung janji-janji yang dinilai belum terealisasi.
"KSPI sudah memutuskan, kami FSPMI adalah bagian dari KSPI. KSPI sudah memutuskan May Day tahun 2026 itu adalah meminta kepada Presiden Prabowo agar menepati janjinya, sehingga bukan ikut yang di Monas, tetapi kita aksi di depan DPR," kata Suparno.
Ia mengungkapkan, sejumlah janji yang disampaikan Presiden Prabowo pada May Day tahun lalu belum banyak terealisasi.
Janji tersebut antara lain pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN), Satgas PHK, pengesahan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), serta Undang-Undang Ketenagakerjaan baru sebagai pengganti omnibus law.
"Hanya satu yang sudah dilaksanakan Pak Prabowo Subianto, yaitu hanya mengangkat Marsinah sebagai pahlawan nasional. Selebihnya belum ada sampai hari ini," ungkapnya.
Suparno juga memastikan aksi buruh tidak akan berhenti setelah 1 Mei. KSPI berencana meningkatkan eskalasi aksi hingga Oktober 2026, bertepatan dengan target pengesahan UU Ketenagakerjaan baru.
"Setelah 1 Mei kita akan lakukan gelombang aksi terus, bukan setelah 1 Mei berhenti. Setelah 1 Mei kita akan lakukan gelombang aksi sampai dengan Oktober disahkannya Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru," tutup Suparno.



