Jakarta Mau Jadi Kota Global, Gen Z Kuncinya

2026-05-07     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai generasi Z harus diberikan ruang jika Jakarta ingin berkembang sebagai kota global dan inklusif sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.

Menurut Pramono, ruang bagi generasi muda harus diperbesar karena pola pikir dan cara pandang mereka akan menentukan arah masa depan Jakarta.

"Jakarta kalau mau maju sebagai kota global, inklusif, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, maka peran Gen Z-nya harus mendapatkan ruang yang maksimal," kata Pramono di Jakarta, Kamis (7/5/2026), dikutip dari Antara.

Pramono mengatakan, generasi Z memiliki cara pandang berbeda terhadap berbagai isu, termasuk soal perempuan dan emansipasi.

Menurut dia, Gen Z tidak lagi melihat sosok Kartini sekadar tokoh sejarah berkebaya, tetapi sebagai simbol kebebasan berekspresi dan kemandirian finansial.

Ia menyebut generasi muda kini memandang emansipasi sebagai hak untuk menentukan jalan hidup secara otentik, mulai dari menjadi pemimpin di industri teknologi, penggerak ekonomi kreatif, hingga menyuarakan isu sosial lewat media sosial.

"Mereka adalah generasi yang tidak lagi melihat gender sebagai penghalang, melainkan sebagai spektrum kekuatan berkolaborasi secara setara," ujar Pramono.

Pramono menegaskan, masa depan Jakarta berada di tangan generasi muda. Karena itu, pemerintah harus memberi ruang bagi cara berpikir dan inovasi yang mereka miliki.

"Kalau bangsa ini mau maju, maka cara mereka memandang dan berpikir itulah yang kemudian kita kasih ruang, kita akomodasi untuk kemajuan kita bersama," kata dia.

Pernyataan itu sejalan dengan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang menunjukkan penduduk ibu kota kini didominasi kelompok usia produktif.

Gen Z dan Milenial Dominasi Penduduk Jakarta Saat Ini

Berdasarkan data tersebut, generasi milenial menjadi kelompok terbesar dengan persentase 24,82 persen, disusul generasi Z sebesar 24,12 persen dari total 10,72 juta penduduk Jakarta.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim mengatakan, dominasi generasi muda menunjukkan Jakarta sedang berada pada momentum bonus demografi.

“SUPAS 2025 memberikan sinyal kuat bahwa Jakarta sedang berada di puncak bonus demografi,” kata Chico dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Jika digabungkan, jumlah generasi milenial dan generasi Z hampir mencapai separuh populasi Jakarta.

Sementara generasi X tercatat sebesar 21,85 persen, post Gen Z 17,78 persen, baby boomer 10,72 persen, dan pre-boomer 0,71 persen.

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.