Di Forum BRICS, Menlu RI Singgung 4 TNI yang Gugur di Lebanon

2026-05-15     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menghadiri BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, India, Kamis (14/5/2026).

Dalam forum itu, Sugiono secara khusus menyoroti soal gugurnya empat Peacekeepers Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

"Dan menyerukan akuntabilitas penuh bagi pihak yang bertanggung jawab," tulis keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, dikutip Jumat (15/5/2026).

Selain itu, Sugiono juga menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian PBB adalah prinsip yang tidak boleh dikompromikan.

Sebagai informasi, BRICS tahun ini diselenggarakan di bawah keketuaan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”.

Adapun tahun 2026 merupakan tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS.

Sebagai kekuatan Global South, menurut Sugiono, BRICS harus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global.

"Nilai terbesar BRICS terletak pada penguatan suara negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global masa depan”, ujar Menlu Sugiono.

4 TNI Gugur di Lebanon

Indonesia kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) beberapa waktu lalu.

Prajurit TNI yang lebih dulu gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret.

Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Prajurit lain yang gugur yaitu, Praka Rico Pramudia, meninggal pada 24 April 2026 menderita luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret lalu.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, Jumat (24/4/2026).

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.