Hari Kebangkitan Nasional, Prabowo: Mari Lanjutkan Perjuangan Pendiri Bangsa

2026-05-20     HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Presiden RI Prabowo Subianto mengucapkan selamat Hari Kebangkitan Nasional usai menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 di DPR.

"Selamat hari kebangkitan Nasional," kata Prabowo mengakhiri pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo pun mengajak setiap elemen bangsa melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa Indonesia.

"Mari kita lanjutkan perjuangan bapak bapak pendiri bangsa kita. Merdeka!" teriak Prabowo.

Di awal pidato, Prabowo mengapresiasi DPR karena menggelar paripurna bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei.

Secara khusus, ia juga meminta waktu untuk menyampaikan langsung Kerangka KEM PPKF RAPBN 2027.

"Saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian. Untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita," ucapnya.

Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2027 di kisaran angka 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027.

"Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang pruden dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029," kata Prabowo.

Prabowo menambahkan, pertumbuhan tersebut harus tecermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata.

Oleh karena itu, ia ingin ketimpangan antara masyarakat yang kaya dan miskin tidak boleh semakin lebar.

"Jarak yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," kata Prabowo.

Untuk itu, ia menargetkan agar rasio gini Indonesia berada di angka 0,362 hingga 0,367 pada 2027, membaik dari target sebelumnya yakni 0,377 hingga 0,389.

Kepala Negara menargetkan agar angka kemiskinan dan pengangguran terbuka turun.

Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan harus turun pada rentang 4,30 hingga 4,87 persen dari target sebelumnya 4,44 hingga 4,96 persen.

"Angka kemiskinan ditargetkan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen dari target sebelumnya 6,5 hingga 7,5," ucap dia.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.